Proud To Be Muslim

KAMPUS ITS, MEDIA JMMI – Tema yang diangkat pada KAUTSAR (Kajian Utama Ba’da Ashar) Kamis (14/12) lalu adalah kebanggaan menyandang status sebagai muslim. Apa yang dibanggakan dari seorang muslim jika belum mengenal lebih dalam tentang islam, itulah yang dipertanyakan oleh pembicara KAUTSAR, Ust. KRISTIAN BANGUN SAMUDRA seorang mu’alaf mantan pastur dari Vatikan University. Kajian yang diadakan di teater B ITS pukul 15.45 menginspirasi seluruh muslim yang memenuhi ruangan tersebut.

Karena sesungguhnya seorang muslim mau belajar agama itu jika ia mendapatkan hidayah. Dan hidayah itu tidak dapat datang dengan sendirinya kecuali ia yang mendatanginya. Hal itu telah diterangkan dalam surat Al Qasas ayat 56. Dan seorang muslim belum dikatakan bangga dengan islam jika kewajiban sebagai umat islam masih saja sulit dilakukan misalnya shalat di awal waktu terutama shalat subuh.

Saat ini memang banyak jenis aliran dari kaum muslim sendiri, menurut Ust. Bangun, hal yang paling penting menghormati perbedaan itu dan bukan menjadikan perpecahan antar umat islam sendiri karena sesungguhnya yang wajib diperangi adalah kaum musyrik dengan cara yang benar.

Sebagai penutup pada kajian tersebut adalah penjelasan surat Al Baqarah ayat 256 bahwa tidak ada paksaan dalam menganut agama islam dan jika telah menjadi umat islam, belajarlah menjadi islam secara kaffah. Karena itu yang akan menjadikan paham dan bangga dengan islam. (afs)